Hai, Kamu yang aku pikir akan mengisi hati. Ah, malu. Aku sudah sesumbar ke yang Empunya kalau aku jadi perhatianmu. Aku, yang pipinya sudah memerah kala mereka menjadikan kita semoga. Aku, yang paling merasa dibutuhkanmu. Aku, yang paling merasa bisa menjerat. Aku, yang dengan angkuhnya merasa tak perlu akan kamu. Aku, yang ternyata jadi perasa sendirian. Hai, Kamu yang tahu masa lalu-ku. Ah, mari berpikir positif. Kamu, bukan tidak merasakan. Hanya saja, kamu tidak mau jadi seperti dia yang akhirnya meninggalkan, kan? Mari anggap saja demikian. Aku hanya berusaha menahan sakitnya lagi. Hai, Jika kamu membaca ini. Dalam diam. Dalam pikiranmu yang mungkin bergumam dalam hati, “Ah kasihan, ya.”. Aku sayang kamu. Lebih dari keangkuhanku selama ini. Hai, Kamu, yang selama ini ada di sampingku. Jadi temanku. Aku diam-diam menggantung bintang di antara aku dan kamu. Berharap suatu saat bintangnya jatuh. Hai, Kamu, yang sering ku dapati sedang menatapku sambil tersenyum. Aku ...