Skip to main content

Hulla-Hoop!

Assalamu'alaikum!
Halo.
Its been a long day, ya.
Aku udah lama juga gak muncul di blog ini:)
Hows ur day? Hope it good all the time, ya!
Btw, ada yang tau sekarang aku gimana? Sekarang aku masih item, dekil, dan idup sudah lulus dari farmasi sejak 2015 lalu. Alhamdullillah juga udah merasakan rasanya bekerja, sudah merasakan juga diomelin pasien dan ngomelin pasien rasanya jadi asisten apoteker. Dan, alhamdulillah lagi sekarang aku memasuki masa-masaku sebagai seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta. xo.
Masih pakai uang orang tua kok, hanya saja aku juga berkontribusi biar sedikit ((pencitraan)).
Maaf, aku nggak lagi melanjutkan dunia farmasiku.
Alhamdulillah setelah terpending satu tahun, ibu dan ayahku merestui prodi pilihanku:)
Nanti kamu tau sendiri kok hihi
Kalian tau? Aku tidak pernah bermimpi bisa sampai ke titik ini.
Bahkan untuk membayangkannya saja aku tidak pernah:)
Aku takut membebani orangtuaku.
Iya, aku tidak seberuntung mereka yang bisa "haha" "hihi" di kafe berjam-jam dengan secangkir kopi seharga pulsaku sebulan.mending makan nasi padang, please.
Aku tidak cerdas, jadi untuk mengambil jalur beasiswa kayaknya harus berpikir panjang bahwa masih ada yang lebih membutuhkannya. ((pencitraan(2)))
Universitasku menurutku sih biasa aja~ Cuma ya duitnya gak biasa~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jadi, harusnya aku bisa sambil kerja. Tapi, aku harus fokus di semester awalku.
Doain, ya, semoga kuliahku bisa lancar dan gak sia2 kedepannya. Semoga aku jg bisa sambil kerja.
Seenggaknya bisa dapet uang halal deh. Amin.
Doain juga, semoga aku sama dia bisa balikan segala sesuatu yang aku kerjain bisa lancar dan sesuai rencana.
Kalian, yang membaca ini atau cuma ngescroll semoga meng-amin-kan dalam hati:)
Terimakasih sudah membaca segala sesuatu yang sangat tidak berfaedah ini...
Semoga Allah melancarkan segalanya, dan menyertakan diriNya di dalam kegiatan kalian!

Comments

Popular posts from this blog

Hujan - Pelangi

Tuhan ciptakan aku dengan sempurna Sepasang tangan Ia berikan untukku agar dapat menggenggam erat jemari Sepasang kaki Ia berikan padaku untuk dapat melangkah dan mengikuti Sepasang mata indah yang Ia berikan untukku agar dapat memandangi indah Sebuah bibir dengan lekukkan tipis yang dapat terlukis manis Sebuah hati untuk dapat mencintai Semuanya, Tuhan berikan untukku. Namun, mengertikah kamu bagaimana rasanya mencintai tanpa memiliki? Rasa nyaman, kadang membuatku lupa siapa aku. Tekad bulat kita untuk tetap bersama mengukir indahnya hidupku Karena kamu, aku jatuh cinta Karena cinta, aku terjatuh. Kamu, seseorang yang pernah mengisi kehidupanku Mewarnai kanvas putih yang aku sediakan untukmu Mengisi lembar demi lembar yang kosong dengan senyummu Kamu, pernah menjadi hujan dan pelangiku Aku nikmati tetes demi tetes rintikannya Aku tetap menunggu matahari tiba untuk segera melihat warna indahnya Karena aku sadar, aku tidak sedang di Surga Walau demikian, karenamu aku...

Tidak Tergantung

Hai, Kamu yang aku pikir akan mengisi hati. Ah, malu. Aku sudah sesumbar ke yang Empunya kalau aku jadi perhatianmu. Aku, yang pipinya sudah memerah kala mereka menjadikan kita semoga. Aku, yang paling merasa dibutuhkanmu. Aku, yang paling merasa bisa menjerat. Aku, yang dengan angkuhnya merasa tak perlu akan kamu. Aku, yang ternyata jadi perasa sendirian. Hai, Kamu yang tahu masa lalu-ku. Ah, mari berpikir positif. Kamu, bukan tidak merasakan. Hanya saja, kamu tidak mau jadi seperti dia yang akhirnya meninggalkan, kan? Mari anggap saja demikian. Aku hanya berusaha menahan sakitnya lagi. Hai, Jika kamu membaca ini. Dalam diam. Dalam pikiranmu yang mungkin bergumam dalam hati, “Ah kasihan, ya.”. Aku sayang kamu. Lebih dari keangkuhanku selama ini. Hai, Kamu, yang selama ini ada di sampingku. Jadi temanku. Aku diam-diam menggantung bintang di antara aku dan kamu. Berharap suatu saat bintangnya jatuh. Hai, Kamu, yang sering ku dapati sedang menatapku sambil tersenyum. Aku ...

Menjadi

Dahulu, Aku tidak pernah meminta kepadaNya Dari rahim siapa aku dilahirkan Aku tidak pernah meminta kepadaNya Siapa ayahku, Siapa ibuku Aku tidak pernah meminta kepadaNya Dari keluarga seperti apa aku dibesarkan Aku tidak pernah meminta kepadaNya Keluarga kaya raya yang mampu mewujudkan segalanya Aku tidak pernah meminta kepadaNya Kiranya keluargaku adalah mereka yang punya tahta Aku tidak pernah meminta kepadaNya Bagaimana rupa ayah, dan ibuku Aku tidak pernah meminta kepadaNya Kesempurnaan dunia yang tiada batas Aku tidak pernah meminta kepadaNya Apakah ayah, dan ibuku adalah seorang idola Aku tidak pernah meminta kepadaNya Keadaan keluargaku harus sejahtera Aku tidak pernah meminta kepadaNya Lahir dalam keadaan kaya Aku tidak pernah meminta kepadaNya Memiliki segala kemewahan Aku tidak pernah meminta kepadaNya Dengan siapa aku dewasa Aku tidak pernah meminta kepadaNya Kehidupan sempurna yang ada aku disana Aku tidak pernah meminta kepadaNya Seorang ibu ya...