Skip to main content

Tidak Tergantung


Hai,
Kamu yang aku pikir akan mengisi hati.
Ah, malu. Aku sudah sesumbar ke yang Empunya kalau aku jadi perhatianmu. Aku, yang pipinya sudah memerah kala mereka menjadikan kita semoga. Aku, yang paling merasa dibutuhkanmu. Aku, yang paling merasa bisa menjerat. Aku, yang dengan angkuhnya merasa tak perlu akan kamu. Aku, yang ternyata jadi perasa sendirian.
Hai,
Kamu yang tahu masa lalu-ku.
Ah, mari berpikir positif.
Kamu, bukan tidak merasakan. Hanya saja, kamu tidak mau jadi seperti dia yang akhirnya meninggalkan, kan? Mari anggap saja demikian. Aku hanya berusaha menahan sakitnya lagi.
Hai,
Jika kamu membaca ini. Dalam diam. Dalam pikiranmu yang mungkin bergumam dalam hati, “Ah kasihan, ya.”.
Aku sayang kamu. Lebih dari keangkuhanku selama ini.
Hai,
Kamu, yang selama ini ada di sampingku. Jadi temanku.
Aku diam-diam menggantung bintang di antara aku dan kamu. Berharap suatu saat bintangnya jatuh.
Hai,
Kamu, yang sering ku dapati sedang menatapku sambil tersenyum.
Aku suka.
Jangan berhenti.
Aku mau.
Hai,
Kamu, yang diam-diam peduli.
Yang dalam bisik kamu doakan aku.
Yang kala itu, bibirmu mengucap, “Semangat, ya! Jangan sakit!”
Aku diam.
Hai,
Kamu, yang hari itu menghabiskan sepertigamalamnya dengan aku.
Ah, itu pertama kali untukku. Aku tidak tahu bagaimana denganmu.
Hai,
Aku tidak tahu, kiranya aku yang terlalu sesumbar kepada bumi, kamu yang terlalu sering melakoni, atau aku yang ternyata dari awal merasakan sendiri.
Nyatanya, kian hari aku merasakan rasa tak pantas diri.
Nyatanya, kian hari aku merasakan satu langkah mundur dan menjauh yang semakin tak dapat ku jangkaui.
Mungkin, kamu memang bukan peran yang Tuhan ciptakan untuk ceritaku.
Atau, aku yang bukan jadi peran dalam ceritamu?
Pergilah,
Aku belum sempat menutup pintu.
Tidak perlu lagi melangkah. Berlarilah. Jangan buang-buang waktumu.
Tapi,
Ketahuilah,
Bintang yang katanya tergantung telah terkupur.
Bukan jatuh, tapi ternyata tidak tergantung.
Terimakasih,
Kiranya aku dapat guru hidupku yang lain.

Comments

  1. Bikin lagi dong kak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, seluruh tulisanku aku tulis berdasarkan ceritaku sendiri. Aku belum menulis sesuatu yang baru, tapi diusahakan untuk update secepatnya. Siapapun kamu, terima kasih. U made my day.

      Delete
  2. and this is my favourite.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, kamu. Semoga akan ada favorit-favoritmu dari tulisanku yang lain, ya. Love.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hujan - Pelangi

Tuhan ciptakan aku dengan sempurna Sepasang tangan Ia berikan untukku agar dapat menggenggam erat jemari Sepasang kaki Ia berikan padaku untuk dapat melangkah dan mengikuti Sepasang mata indah yang Ia berikan untukku agar dapat memandangi indah Sebuah bibir dengan lekukkan tipis yang dapat terlukis manis Sebuah hati untuk dapat mencintai Semuanya, Tuhan berikan untukku. Namun, mengertikah kamu bagaimana rasanya mencintai tanpa memiliki? Rasa nyaman, kadang membuatku lupa siapa aku. Tekad bulat kita untuk tetap bersama mengukir indahnya hidupku Karena kamu, aku jatuh cinta Karena cinta, aku terjatuh. Kamu, seseorang yang pernah mengisi kehidupanku Mewarnai kanvas putih yang aku sediakan untukmu Mengisi lembar demi lembar yang kosong dengan senyummu Kamu, pernah menjadi hujan dan pelangiku Aku nikmati tetes demi tetes rintikannya Aku tetap menunggu matahari tiba untuk segera melihat warna indahnya Karena aku sadar, aku tidak sedang di Surga Walau demikian, karenamu aku...

Menjadi

Dahulu, Aku tidak pernah meminta kepadaNya Dari rahim siapa aku dilahirkan Aku tidak pernah meminta kepadaNya Siapa ayahku, Siapa ibuku Aku tidak pernah meminta kepadaNya Dari keluarga seperti apa aku dibesarkan Aku tidak pernah meminta kepadaNya Keluarga kaya raya yang mampu mewujudkan segalanya Aku tidak pernah meminta kepadaNya Kiranya keluargaku adalah mereka yang punya tahta Aku tidak pernah meminta kepadaNya Bagaimana rupa ayah, dan ibuku Aku tidak pernah meminta kepadaNya Kesempurnaan dunia yang tiada batas Aku tidak pernah meminta kepadaNya Apakah ayah, dan ibuku adalah seorang idola Aku tidak pernah meminta kepadaNya Keadaan keluargaku harus sejahtera Aku tidak pernah meminta kepadaNya Lahir dalam keadaan kaya Aku tidak pernah meminta kepadaNya Memiliki segala kemewahan Aku tidak pernah meminta kepadaNya Dengan siapa aku dewasa Aku tidak pernah meminta kepadaNya Kehidupan sempurna yang ada aku disana Aku tidak pernah meminta kepadaNya Seorang ibu ya...